Mempertanyakan Kinerja Lini Depan Persib: 4 Laga Terakhir tak Pernah Cetak Lebih Dari 1 Gol
PINOBOLA - Persib Bandung berada di posisi teratas klasemen BRI Super League 2025/2026 pada pekan ke-18 dengan koleksi 41 poin. Pasukan Bojan Hodak juga sedang dalam tren positif, tak terkalahkan dalam lima laga terakhir.
Namun, posisi puncak klasemen itu tidak sepenuhnya menggambarkan performa Persib di lapangan. Di balik konsistensi hasil, ada persoalan serius yang belum kunjung tuntas.
Masalah tersebut ada di lini depan. Persib kerap kesulitan mencetak gol meski mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang berbahaya.
Laga melawan PSBS Biak pada pekan ke-18 menjadi contoh paling nyata. Persib menang 1-0, tetapi sepanjang pertandingan mereka tampak kesulitan mengonversi peluang menjadi gol.
Produktivitas Rendah di Tengah Dominasi
Kemenangan tipis atas PSBS Biak bukan kasus yang berdiri sendiri. Sepanjang musim ini, Persib sudah empat kali hanya mampu mencetak satu gol dalam satu pertandingan.
Selain melawan PSBS Biak, Persib juga menang 1-0 atas Persija Jakarta, bermain imbang 1-1 kontra Persik Kediri, serta menang tipis 1-0 saat menghadapi PSM Makassar.
Total, Persib baru mencetak 28 gol dari 18 laga. Angka tersebut menjadi yang terendah di antara empat tim teratas klasemen.
Sebagai pembanding, Borneo FC telah mencetak 32 gol, Persija Jakarta 34 gol, dan Malut United bahkan mencapai 37 gol. Selisih ini menegaskan bahwa Persib belum setajam para pesaing terdekatnya.
Peluang Banyak, Finishing Jadi Masalah
Menariknya, persoalan Persib bukan pada minimnya peluang. Dari sisi statistik, Maung Bandung justru sangat dominan dalam membangun serangan.
Persib tercatat sebagai salah satu tim dengan jumlah shots on target terbanyak, yakni 107 kali, sejajar dengan Persija Jakarta. Namun, tingkat konversi peluang menjadi gol masih rendah.
Hal ini juga diakui langsung oleh Bojan Hodak. Seusai laga melawan PSBS Biak, pelatih asal Kroasia itu menyoroti aspek penyelesaian akhir timnya.
“Kemenangan adalah terpenting, hampir semuanya dari pertandingan berjalan bagus kecuali finishing, kami harus bekerja membenahi itu," ucap Bojan Hodak dikutip dari situs resmi I.League.
Penyerang Belum Memberi Dampak Maksimal
Masalah finishing tidak bisa dilepaskan dari performa para penyerang Persib. Hingga pekan ke-18, kontribusi gol dari lini depan masih belum merata.
Uilliam Barros menjadi penyerang paling produktif dengan tujuh gol. Namun, dukungan dari pemain lain belum konsisten.
Andrew Jung kerap absen karena cedera dan baru mencetak empat gol. Sementara itu, Ramon Tanque masih kesulitan menemukan performa terbaiknya dan belum menjadi solusi utama di lini depan.
Jika ingin menjaga posisi puncak hingga akhir musim, Persib harus segera menemukan solusi. Ketajaman lini depan kini menjadi pekerjaan rumah paling mendesak bagi Bojan Hodak dan Maung Bandung.





Comments
Post a Comment